Catatan Perjalanan (4) Palestina dan Revolusi Mesir

Catatan Perjalanan (4) Palestina dan Revolusi Mesir

Shofwan Karim

Di antara beberapa pembicara lain yang naik podium di sisi kanan panggung mem berikan pikirannya untuk konferensi ini, ada anak muda. Dia memperkenalkan diri sebagai anggota penyangga utama revolusi (al-tsaurah) Mesir 25 Januari 2011.

Piramida. Mesir
Piramida, Mesir, Juli 2014

Menurut anak muda ini, Palestina dan Mesir merupakan dua bangsa yang sudah lama bersahabat kental. Kata-kata ini seperti mengutip kembali pidato Sheikhul Azhar sebelumnya. Tetapi ujungnya menjadi lain.

Sebagai sudah diketahui umum, Mesir menjadi soko guru utama Rakyat Palestina untuk perang melawan Israel Juni 1967 dan 1973. Mesir belakangan agak lunak setelah Perjanjian Camp David yang terkenal dulu.

Bagi anak muda ini, Palestina harus mencontoh Mesir. Mesti melakukan revolusi. Tentu saja dia menginginkan revolusi terhadap kepemimpinan Palestina yang menurutnya lebih lamban, meski bukan tirani atau diktator.

Bahkan anak muda ini dengan amat bersemangat t ingin mengekspor revolusi Mesir ke seantero Timur Tengah. Saking bersemangatnya di ujung testimoninya minta semua negeri Islam di dunia mencontoh Mesir ketika menghadapi kekuasaan tiran dan diktator.
Hosni Mubarak (83) penguasa 30 tahun negeri Piramid ini mundur, setelah didesak rakyat dengan demo besar-besaran selama 18 hari bulan Januari dan Februari lalu.

Ada puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka. Meski demikian tidaklah separah di Libiya sekarang atau di Yaman, Bahrain dan Syiria.

Peristiwa di Alun-alun Tahrir telah menjadi contoh bagi generasi muda Arab di berbagai negeri Timur Tengah ini. Sampai hari kedua kami di Kairo, di Alun-alun Tahrir itu masih ada demo, meski tidak masif lagi.

Revolusi 25 Januari 2011 memaksa Muhammad Husni Mubarak mundur dari jabatannya setelah 30 tahun sebagai presiden Mesir sejak tertembaknya Presiden sebelumnya Anwar Sadat oleh pengawalnya sendiri pada 1981.

Shofwan Karim.Piramid .Mesir2
Spinx atau Abul Haul, Giza Kairo, Mesir, Juli 2004

Sebelum Mundur, Mubarak telah memberikan kekuasaan kepada Wakil Presiden Omar Suleiman. Penunjukan itu disetujui rakyat karena Omar Suleiman sebenarnya adalah tokoh yang tersingkirkan sebelumnya dan kritis terhadap Hosni Mubarak.

Jadi rakyat simpati kepadanya. Jenderal Omar Suleiman, Wakil Presiden Mesir yang juga mantan pejabat intelijen itu, selanjutnya menunjuk Dewan Militer sebagai penjaga moral revolusi dan mengambil tidankan keamanan dan hal-hal strategis lain. Dewan ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan Mohammed Hussein Tantawi, bersama Kepala Staf AD Letnan Jenderal Sami Anan, dan Menteri Penerbangan Ahmed Shafiq.

Terhadap mekanisme mun durnya Hosni Mubarak, tentu saja banyak tafsirannya. Yang paling keras adalah Mubarak takut ancaman keselamatan diri dan keluarganya.
Dia rela mundur daripada korban rakyat berjatuhan lebih banyak lagi. Tafsir politik lainnyanya Mubarak mirip dengan Suharto. Lebih sadar atas mudarat yang lebih besar kalau terus bertahan di puncak kekuasaannya.

Meskipun resikonya semua tahu, bahwa boleh jadi dia akan dituntut rakyatnya untuk diadili. Sekarang saja sudah terjadi perang pendapat antara yang ingin mem bawa Mubarak secapatnya ke pengadilan atas tuduhan korupsi dan pembunuhan di masa kekuasaan rezimnya.

Jeddah_Madrasah_2013

Hosni Mubarak sejak menyerahkan kekuasaan 11 Februari lalu, esoknya langsung pindah ke rumah peristirahatannya di Sharm El-Sheikh. Sebuah resort di Selatan Mesir, 45 menit terbang dari Kairo. Di dekat gurun Sinai dan tepi pantai Laut Merah, sebuah wilayah wisata yang amat terkenal di Mesir. Cerita lain, Mubarak menderita penyakit kanker dan dirawat di salah satu rumah sakit di Sharm El-Sheikh tadi.

Mana yang benar, sepertinya rakyat Mesir tidak terlalu peduli. Yang penting September nanti akan diadakan Pemilu bebas memilih Presiden baru. Alhamdulillah, kata beberapa sahabat kita di Mesir, revolusi kemarin tidak terlalu parah akibatnya kepada perekonomian Mesir. Walaupun harga juga naik, tetapi tidak terlalu mencolok. Masih bisa dipahami dan tidak menimbulkkan kepanikan luar biasa.

Akan tetapi di sektor wisata, Mesir cukup menderita. Padahal kepariwisataan, merupakan sektor yang amat vital bagi pereknomian Mesir. Jumlah lunjungan wisata ke negeri Ramses atau negeri Firaun atau negerin Cleopatra ini, diperkirakan turun cukup tajam meski angkanya belum saya dapatkan.

Tetapi melihat wisatawan yang ada di Giza dengan objek utama Piramid dan Spink, amat kentara. Lebih banyak pedagang asongan, penjaja jasa mengenderai Onta, penjual jasa foto dan penjaja assesoris serta cendramata lainnya, dibandingkan turis atau wisatawan itu sendiri. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s